rasa rasanya males baca Qur’an… seakan kesita waktu bnyak kalo baca qur’an, padahal waktu tidur banyak banget….

Marilah kita bercermin kepada generasi terbaik umat (Salafus Saleh) dalam mengubah dan mereposisi dua hal pokok problem besar umat Islam dewasa ini. Berikut saya nukilkan beberapa petikan pernyataan mereka di bawah ini;

Al-Hasan ibn ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Sungguh, orang-orang sebelum kalian telah memandang Al-Qur’an laksana surat-surat (perintah) dari Rabb mereka, maka senantiasa mereka selami maknanya pada malam hari dan mereka menerapkannya di siang harinya.”

Mujahid Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Maksud ayat ‘Mereka selalu membacanya dengan bacaan yang benar (Al-Baqarah: 121) yaitu dengan mengamalkannya dengan sebenarnya.”

Imam Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata, “Sungguh, Al-Qur’an ini telah dibaca oleh budak-budak sahaya dan anak kecil yang tak mengerti apapun penafsirannya. Ketahuilah bahwa mentadabburi ayatnya tak lain adalah dengan mengikuti segala petunjuknya, tadabbur tak hanya sekedar menghafal huruf-hurufnya atau memelihara dari tindakan menyia-nyiakan batasannya. Sehingga ada seorang berkata sungguh aku telah membaca seluruh Qur’an dan tak ada satu huruf pun yang luput, sungguh demi Allah orang itu telah menggugurkan seluruh Qur’an karena Qur’an tak berbekas dan tak terlihat pengaruhnya pada akhlak dan amalnya!”

Abdullah ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Sungguh, dahulu kami kesulitan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an namun amat mudah bagi kami mengamalkannya. Dan sekarang, generasi setelah kami begitu mudahnya menghafal Al-Qur’an namun amat sulit bagi mereka mengamalkannya.”

Abdullah ibn ‘Umar ibn Al-Khattab Radhiyallahu ‘Anhuberkata, “Kami telah mengalami masa yang panjang dalam perjuangan Islam, dan seorang dari kami telah ditanamkan keimanannya sebelum diajarkan Al-Qur’an, sehingga tatkala satu surah turun kepada Nabi Muhammad Saw maka ia langsung mempelajari dan mengamalkan halal-haram, perintah-larangan dan apa saja batasan agama yang harus dijaga. Lalu aku melihat banyak orang saat ini yang diajarkan Al-Qur’an sebelum ditanamkan keimanan dalam dirinya, sehingga ia mampu membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir dan tak mengerti apa-apa soal perintah dan larangan dan batasan apa saja yang mesti dipelihara.”

Al-Fudlayl ibn ‘Iyadh berkata, “Seorang pemikul Al-Qur’an adalah sejatinya pemikul bendera Islam, ia tak boleh bermain-main, lalai dan menyia-nyiakan diri sebagai bentuk pemuliaan atas hak-hak Al-Qur’an. Sehingga jika para penghafal Al-Qur’an dapat memenuhi kriteria di atas, maka sepantasnya merekalah yang mengendalikan dan mengarahkan kehidupan umat ini agar berdiri sesuai ajaran Kitabullah. Tempat yang pantas bagi mereka adalah penasehat (ahli syura) dan tim pakar bagi para penguasa dan pemimpin muslim.”

Abdullah ibn ‘Abbas berkata, ” Dahulu para qari dan penghafal Al-Qur’an adalah orang-orang yang diprioritaskan hadir dalam setiap persidangan dan permusyawaratan Khalifah ‘Umar ibn Al-Khattab, orang-orang tua dan para pemudanya.”

sumber

Allah yaa Allah

yaa Rohman

yaa Rohiim

Allah

Hidup ini pedas, sepedas kripik pojok !!

#haha

begitulah ungkapan seorang sahabat saya di page Facebook-nya,

hidup ini “pedas”, pedas gmna ya?!?! pedas itu rasanya sakit, tapi terkadang orang suka dengan rasa pedas.

begitulah mungkin sebuah makna hidup, banyak cerita tentang pedasnya kehidupan. dimasa lampau kita menemukan sebuah kisah Asy Syahidah Bunda Masyithah (Amiin, Insya Allah) beliau yang merasakan sakit perihnya minyak mendidih raja dhalim Fir’aun, ada lagi peristiwa yang terkenal pada zaman Nabi Muhammad pertama kali mensyiarkan Islam yaitu disiksanya Bilal Bin Rabbah oleh majikannya dengan ditindih oleh batu yang besar dan panas….

hhmmm,,,, ternyata bnyak juga ya yang  pedas2 di khidupan ini???

tapi lihat lah ketika mreka menerima rasa “pedas” tersebut! dengan bahagianya mereka memasuki pintu syurga-Nya, seorang teman lagi pernah memberi saya sebuah kalimat nasihat, bhawa laut yang tenang tidak akan melahirkan nelayan yang tangguh!

benar juga kan?!?! hidup emang perlu keras, tapi tak mengeraskan hati kita dalam menerima hidayah-Nya…

hidup kita, khususnya saya sendiri penuh dengan ujian, musibah dan teguran.

terkadang kita merasa bahwa Allah memberi kita cobaan yang tak dapat kita pecahkan dan tak bisa kita lalui, hingga kita putus asa. hhmmm,,, rumit juga ya?!!?!

** SEBUAH CERITA INDAH TENTANG QUR’AN **


Mengapa kita membaca Al-Quran, bahkan jika kita tidak dapat memahami satu kata dalam bahasa Arab sekalipun ???

Ini adalah kisah yang indah.

Seorang Amerika Muslim berusia tinggal di sebuah pertanian di pegunungan bagian timur Kentucky dengan cucunya yang paling kecil. Setiap pagi Kakek bangun pagi duduk di meja dapur membaca Quran. Cucunya ingin menjadi seperti dia dan mencoba untuk menirunya dalam cara dia bisa.

Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek, saya mencoba untuk membaca Qur’an seperti kakek tetapi saya tidak memahaminya, dan apa yang saya pahami akan terlupakan begitu saya menutup Qur’an tersebut. Apa sih kebaikan dari membaca Al Qur’an ? ”

Kakek diam-diam berubah dari meletakkan batubara di tungku dan menjawab, “Bawa keranjang batubara turun ke sungai dan bawakan aku sekeranjang air.”

Anak itu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum dia kembali ke rumah. Kakek tertawa dan berkata, “Kamu harus bergerak lebih cepat lagi,” dan dikirim kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi sekali lagi keranjang itu kosong sebelum ia kembali ke rumah. Kehabisan napas, dia mengatakan kepada kakeknya bahwa tidak mungkin untuk membawa air dalam keranjang, dan ia pergi untuk mengambil ember sebagai gantinya.

Orang tua itu berkata, “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air, kamu hanya tidak berusaha cukup keras,.” Dan dia pergi keluar pintu untuk melihat anak itu mencoba lagi.

Pada titik ini, anak itu tahu itu mustahil, tetapi ia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat dia bisa, air akan bocor keluar sebelum ia sampai kembali ke rumah. Anak itu kembali mencelupkan keranjangnya ke sungai dan berlari keras, tetapi ketika ia mencapai kakeknya keranjang itu kosong lagi. Kehabisan napas, ia berkata, “Lihat Kakek, percuma!”

“Jadi kamu pikir itu tidak berguna?” Orang tua itu berkata, “Lihatlah keranjang.”

Anak itu melihat keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Ini telah berubah dari keranjang batubara tua yang kotor dan sekarang bersih, luar dan dalam.

“Nak, itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya, kamu akan berubah, di dalam dan di luar. Itu semua rencana Allah dalam hidup kita.”

Rabithah Alawiyah

subhanallah :)

mudah mudahan cerita di atas memotivasi kita, saya khususnya untuk semangat dalam mempelajari Al Qur’an